Jember, Jawa Timur (ANTARA) - Bupati Jember Muhammad Fawait menyebut pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Jember tahun 2025 menembus Rp1 triliun tanpa menaikkan pajak dan menjadi sejarah baru bagi kabupaten setempat.
"Jember mencatatkan pencapaian fiskal yang luar biasa dan untuk pertama kalinya dalam sejarah kabupaten, PAD berhasil menembus angka Rp1,024 triliun," katanya dalam konferensi pers yang digelar di aula Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jember, Selasa.
Ia mengatakan, angka itu menunjukkan lonjakan signifikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di kisaran Rp774 miliar, sehingga secara persentase, Jember mengalami kenaikan PAD sebesar 32,36 persen dan sebuah lompatan besar yang mengundang apresiasi luas dari berbagai pihak.
"Kenaikan pendapatan daerah yang signifikan itu tidak diperoleh dengan cara menaikkan beban pajak kepada masyarakat. Sebaliknya, pemerintah daerah justru melakukan relaksasi fiskal di beberapa sektor kunci," tuturnya.
Baca juga: Wali Kota sebut pariwisata Sanur sumbang 32 persen PAD Denpasar
Menurutnya, kenaikan pendapatan itu patut dibanggakan karena dicapai tanpa menaikkan pajak, bahkan sebaliknya Pemkab Jember menurunkan beberapa pungutan, seperti retribusi pasar tradisional.
"Langkah itu diambil sebagai bentuk implementasi filosofi keberpihakan kepada wong cilik atau masyarakat kecil, yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto," katanya.
Bupati yang biasa dipanggil Gus Fawait itu menekankan bahwa pedagang pasar tradisional dan pelaku sektor informal adalah pilar yang menyelamatkan ekonomi nasional di tengah berbagai krisis, mulai krisis moneter 1998, krisis global 2008, hingga pandemi COVID-19.
"Sebagai strategi untuk menjaga stabilitas dan pemerataan ekonomi, Pemkab Jember meluncurkan berbagai program penguatan sektor informal di antaranya, gerobak cinta melalui mlijo cinta dan pengembangan street food," ujarnya.
Baca juga: Wamendagri minta daerah gali PAD lewat inovasi tanpa bebani masyarakat
Ia menggarisbawahi bahwa fokus pemerintah daerah bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan, melainkan memastikan adanya pemerataan karena hakikat pembangunan di Jember harus menyentuh masyarakat desa dan sektor-sektor kecil yang selama ini sering terabaikan.
"Filosofi kami jelas. Yang kecil harus dilindungi dan yang besar harus diayomi. Keberhasilan menembus angka Rp1 triliun adalah prestasi kolektif seluruh elemen di Kabupaten Jember," katanya.
Pewarta: Zumrotun Solichah
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.






















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)







English (US) ·