Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Kanada meluncurkan program Impact Investment Readiness in Indonesia (IIRI) dengan target pendanaan mencapai 27 juta dolar AS (sekitar Rp455 miliar) untuk memperkuat ketahanan ekonomi pengusaha perempuan Indonesia.
Berbicara saat peluncuran IIRI di Jakarta, Senin, Sekretaris Negara Kanada untuk Pembangunan Internasional, Randeep Sarai, menjelaskan bahwa program ini merupakan kolaborasi antara Global Affairs Canada (GAC) dan Impact Investment Exchange (IIX), yang akan menyasar sejumlah pelaku usaha di berbagai daerah di tanah air.
“Program ini akan bekerja sama dengan para investor dan lembaga keuangan untuk menciptakan lingkungan usaha yang lebih mendukung. Secara keseluruhan, proyek ini diperkirakan akan membuka sekitar 27 juta dolar AS modal swasta bagi bisnis-bisnis yang dipimpin oleh perempuan,” kata Sarai.
Sarai menuturkan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara dengan perekonomian yang tumbuh paling cepat di dunia, dan menjadi kekuatan baru di kawasan Asia Tenggara.
Perempuan disebutnya menciptakan bisnis yang memberikan lapangan pekerjaan, sekaligus menjadi penopang keluarga dan komunitas lokal melalui Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Seiring dengan itu, Indonesia melalui Visi Indonesia Emas 2045 juga ingin memajukan partisipasi ekonomi perempuan dan pembangunan berkelanjutan melalui ketahanan ekosistem UMKM.
Kendati demikian, Sarai menilai bahwa perempuan kerap menghadapi tantangan dalam mengembangkan usaha, termasuk akses terhadap pembiayaan.
Oleh sebab itu, Kanada ingin membantu pengusaha wanita menghilangkan hambatan, mengurangi risiko, dan membangun sistem wirausaha yang lebih baik, melalui IIRI—sebuah program yang membantu usaha mikro, kecil, dan menengah yang dipimpin perempuan untuk mendapatkan akses pembiayaan yang lebih baik.
“Dengan memastikan bahwa bisnis yang dipimpin perempuan memiliki sumber daya yang mereka butuhkan, kita membantu membuka potensi penuh perekonomian Indonesia demi manfaat bersama. Saya telah melihat keberhasilan ini di Vietnam, dan saya berharap dapat melihat hasil yang sama di sini, bahkan mungkin lebih baik,” ucapnya.
IIX merupakan organisasi global yang berfokus pada pembiayaan berdampak (impact investing) dengan tujuan mengatasi tantangan sosial dan lingkungan, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan, inklusivitas keuangan, dan aksi iklim.
IIX telah berkolaborasi dengan Pemerintah Indonesia, regulator seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), serta sektor swasta untuk memajukan Orange Movement, sebuah inisiatif global yang bertujuan memobilisasi pendanaan sebesar 10 miliar dolar AS (Rp168 triliun) dan memberdayakan 100 juta perempuan pada tahun 2030.
Pewarta: Kuntum Khaira Riswan
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.



















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)
















English (US) ·