Liputan6.com, Jakarta - Rumput mutiara mungkin tampak seperti tanaman liar biasa yang tumbuh di pekarangan, di tepi jalan, atau di antara semak-semak. Namun siapa sangka, di balik bentuknya yang sederhana, tanaman ini menyimpan segudang manfaat yang kini mulai dilirik dunia medis dan pengobatan tradisional.
Peneliti menemukan bahwa kandungan bioaktif di dalamnya mampu membantu mengatasi berbagai gangguan kesehatan, dari infeksi hingga peradangan serius. Banyak masyarakat di Asia, termasuk Indonesia dan Tiongkok, telah memanfaatkannya sejak lama sebagai ramuan herbal serbaguna. Kini, dengan semakin banyaknya hasil riset ilmiah, manfaat rumput mutiara tak lagi sekadar kepercayaan turun-temurun.
Rumput mutiara (Hedyotis corymbosa) adalah tanaman dari keluarga Rubiaceae yang kaya akan senyawa aktif seperti flavonoid, asam ursolat, dan saponin. Senyawa-senyawa tersebut dipercaya dapat melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas, serta membantu memperbaiki fungsi organ vital seperti hati dan ginjal.
Dalam berbagai penelitian, ekstrak rumput mutiara bahkan menunjukkan potensi sebagai agen antikanker dan hepatoprotektor. Menariknya, khasiat tanaman ini baru benar-benar mendapat perhatian serius setelah banyak riset menemukan efek penyembuhannya yang signifikan pada hewan percobaan. Dengan segudang manfaatnya, rumput mutiara kini mulai naik daun dan banyak dicari sebagai bahan suplemen alami.
1. Menangkal Radikal Bebas
Rumput mutiara mengandung fenol, saponin, tanin, flavonoid, dan terpenoid yang berfungsi sebagai antioksidan alami. Senyawa-senyawa ini bekerja melindungi tubuh dari kerusakan sel akibat paparan radikal bebas yang sering muncul dari polusi, makanan olahan, dan stres oksidatif. Dalam jangka panjang, konsumsi herbal ini membantu memperlambat proses penuaan dini serta memperkuat daya tahan tubuh terhadap penyakit degeneratif. Radikal bebas berlebih dapat menyebabkan sel tubuh melemah dan meningkatkan risiko diabetes serta kanker. Karena itu, rumput mutiara menjadi pilihan alami untuk melawan stres oksidatif tanpa efek samping berat.
Efek antioksidan dari tanaman ini juga membantu memperbaiki jaringan yang rusak dan meningkatkan regenerasi sel. Hal ini membuat rumput mutiara kerap direkomendasikan untuk mereka yang ingin menjaga vitalitas dan stamina. Beberapa studi bahkan menyebutkan bahwa aktivitas antioksidan pada rumput mutiara setara dengan beberapa tanaman herbal populer seperti teh hijau. Jika dikonsumsi secara rutin dalam dosis aman, tubuh akan lebih tahan terhadap infeksi dan kelelahan akibat aktivitas harian. Inilah alasan mengapa rumput mutiara mulai dikenal sebagai “penjaga alami sel tubuh”.
2. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Tanaman ini berperan penting dalam meningkatkan sistem imun yang berfungsi melawan virus dan bakteri. Kandungan bioaktifnya membantu sel darah putih bekerja lebih efektif dalam mengenali dan menghancurkan patogen berbahaya. Dalam pengobatan tradisional, rumput mutiara sering digunakan untuk mencegah flu dan mempercepat pemulihan dari penyakit infeksi ringan. Sistem imun yang kuat akan membuat tubuh lebih jarang sakit dan lebih cepat pulih setelah sakit.
Selain itu, penelitian menyebutkan bahwa rumput mutiara dapat menstimulasi imunitas hormonal melalui peningkatan fagositosis sel darah putih. Ini berarti tubuh mampu menetralisir mikroorganisme lebih cepat dan efisien. Konsumsi rutin dalam bentuk teh atau kapsul alami dapat membantu menjaga daya tahan, terutama saat musim pancaroba. Khasiatnya semakin optimal bila disertai dengan pola makan sehat dan istirahat cukup.
3. Menjaga Kesehatan dan Fungsi Otak
Rumput mutiara dikenal memiliki efek antiinflamasi dan antioksidan yang mendukung kesehatan saraf dan otak. Riset menunjukkan bahwa konsumsi ekstraknya dapat membantu menjaga daya ingat, fokus, dan mencegah penurunan kognitif akibat usia. Kandungan flavonoid membantu melancarkan aliran darah ke otak, meningkatkan oksigenasi, serta memperkuat neuron. Orang yang rutin mengonsumsi rumput mutiara cenderung memiliki risiko lebih rendah terhadap pikun dan demensia.
Efek antiradang dari tanaman ini juga melindungi jaringan otak dari peradangan yang sering menjadi penyebab penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer. Tidak hanya itu, zat aktif di dalamnya membantu menstabilkan suasana hati dan mengurangi risiko depresi. Dengan begitu, rumput mutiara bukan hanya bermanfaat bagi fisik, tetapi juga bagi kesehatan mental.
4. Melindungi dan Memperbaiki Fungsi Hati
Penelitian menunjukkan bahwa rumput mutiara memiliki efek hepatoprotektif, atau pelindung hati. Ekstraknya mampu menurunkan tingkat kerusakan sel hati akibat paparan obat-obatan tertentu seperti rifampisin dan isoniazid. “Pemberian rumput mutiara dosis 200 mg/kgBB, 400 mg/kgBB, dan 800 mg/kgBB mampu memberikan efek hepatoprotektif,” tulis penelitian yang dilakukan oleh Zeni Okta Wiyanti dan tim (2023). Kandungan antioksidan dan antiradangnya berperan penting dalam menekan peradangan dan mempercepat regenerasi jaringan hati.
Hasil penelitian tersebut juga menunjukkan adanya hubungan dosis dengan peningkatan efek perlindungan hati. Artinya, semakin tepat dosis yang diberikan, semakin besar efek pemulihan yang dihasilkan. Selain itu, rumput mutiara juga membantu menyeimbangkan fungsi enzim hati, menjaga metabolisme lemak, dan mencegah pembentukan toksin berlebih. Bagi penderita gangguan hati ringan, konsumsi herbal ini bisa menjadi pendukung alami untuk mempercepat penyembuhan.
5. Menghambat Pertumbuhan Sel Kanker
Rumput mutiara mengandung asam ursolat dan asam oleanolat yang dikenal memiliki efek antikanker. Kedua senyawa ini bekerja dengan cara menghambat siklus pembelahan sel kanker dan menginduksi apoptosis (kematian sel kanker secara alami). Beberapa penelitian juga menunjukkan kemampuannya dalam memblokir enzim p...

1 day ago
5
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5089313/original/055870700_1736525483-IMG-20250110-WA0026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5184880/original/012754200_1744350090-small-asian-female-child-walking-park_181624-56092.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4689983/original/044530000_1702883142-ilustrasi_kelapa_muda.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467036/original/062910800_1767860942-mbg_2026.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1162644/original/046496300_1457264533-obat1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466700/original/072892100_1767852043-ratih.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466784/original/016581300_1767855259-Perbedaan_Ptosis_dan_Blefaritis_pada_Mata.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466562/original/000258500_1767848471-peranan-babandotan-ageratum-conyzoides-l-sebagai-pestisida-nabati-1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4953199/original/093342800_1727287032-WhatsApp_Image_2024-09-25_at_12.35.35_62b8031a.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466779/original/060448100_1767854693-Skrining_BPJS_Kesehatan_2026.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466730/original/093450700_1767852781-ilustrasi_akar_serapat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466581/original/006806000_1767848830-ratih_2.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5466551/original/037865900_1767847802-ratih.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5381613/original/069355300_1760512548-mom-comforting-her-upset-daughter.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2730512/original/088532900_1550345667-PURWOCENG-Muhamad_Ridlo.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364020/original/056126600_1759031473-jaspreet-kalsi-ddwTVeymVIM-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466140/original/014339900_1767832801-Tanaman_Akar_Kuning.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5466051/original/084619100_1767794768-Kirinyuh_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5227977/original/038458900_1747832621-steptodown.com538258.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)












English (US) ·