Perbedaan Ptosis dan Blefaritis pada Mata, Simak Penyebab serta Penanganannya

1 day ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Masalah pada kelopak mata sering menimbulkan kebingungan bagi banyak orang, terutama saat gejala tampak serupa secara kasat mata. Pemahaman awal mengenai perbedaan ptosis dan blefaritis menjadi langkah penting, supaya keluhan mata tidak disalahartikan. Kedua kondisi ini dapat muncul pada area sama, tetapi latar belakang medis serta dampaknya terhadap fungsi mata memiliki karakter berbeda.

Dalam dunia kesehatan mata, keluhan kelopak turun atau iritasi tepi mata sering dianggap sejenis oleh masyarakat awam. Padahal, penjelasan medis menunjukkan perbedaan ptosis dan blefaritis cukup jelas, apabila ditinjau dari sumber gangguan serta tanda klinis awal. Pengetahuan ini membantu menentukan langkah perawatan paling sesuai sejak dini.

Banyak kasus gangguan mata ringan hingga berat berawal dari ketidaktahuan mengenali ciri khas tiap kondisi. Membahas perbedaan ptosis dan blefaritis dapat membuka wawasan mengenai cara kerja otot kelopak mata serta peran jaringan kulit di sekitarnya. Informasi ini berguna sebagai dasar pemahaman sebelum melakukan pemeriksaan lanjutan.

Berikut ulasan lengkap yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (8/1/2026).

Mengenal Apa Itu Ptosis dan Penyebabnya

Ptosis atau blepharoptosis merupakan istilah medis yang digunakan untuk menjelaskan suatu kondisi, ketika kelopak mata bagian atas mengalami penurunan dari posisi normalnya. Tingkat penurunan ini dapat bervariasi, mulai dari sangat ringan hingga cukup berat sampai menutupi sebagian atau seluruh area pupil mata. Apabila kelopak mata turun secara signifikan, kondisi tersebut berpotensi membatasi bahkan menghalangi lapang pandang, sehingga penglihatan normal menjadi terganggu dan aktivitas sehari-hari dapat terhambat.

Secara umum, ptosis dapat dibedakan berdasarkan waktu terjadinya, yaitu ptosis bawaan (congenital) dan ptosis yang muncul kemudian hari (acquired). Ptosis congenital sudah tampak sejak bayi dilahirkan dan umumnya berkaitan erat dengan gangguan perkembangan otot levator palpebra superior, yakni otot utama yang berfungsi mengangkat kelopak mata atas. Ketidaksempurnaan fungsi otot ini menyebabkan kelopak mata tidak dapat terangkat secara optimal sejak awal kehidupan.

Sementara itu, ptosis acquired dapat berkembang pada usia anak-anak hingga dewasa dan memiliki penyebab yang jauh lebih beragam. Kondisi ini dapat dipicu oleh proses penuaan alami, cedera pada area mata, komplikasi pascaoperasi mata, maupun gangguan pada sistem saraf dan otot. Dalam beberapa kasus tertentu, ptosis juga dapat menjadi tanda awal dari penyakit neurologis yang lebih serius, sehingga perlu mendapatkan perhatian medis yang tepat.

Ptosis mata bukan hanya berdampak pada fungsi penglihatan, tetapi juga dapat memengaruhi aspek estetika wajah. Kelopak mata yang tampak turun sering kali memberikan kesan mata mengantuk atau wajah terlihat lelah, yang pada sebagian orang dapat menurunkan rasa percaya diri. Walaupun tidak semua kasus ptosis memerlukan penanganan khusus, ptosis dengan derajat berat sebaiknya ditangani secara medis. Penanganan yang tepat bertujuan untuk memperbaiki fungsi penglihatan, mencegah komplikasi lanjutan, serta meningkatkan kualitas hidup penderitanya secara menyeluruh.

Mengenal Blefaritis, Peradangan Kelopak Mata yang Umum

Blefaritis merupakan kondisi peradangan kronis yang terjadi pada kelopak mata, baik di bagian luar maupun bagian dalam. Peradangan ini dapat menyebabkan kelopak mata tampak kemerahan, bengkak, terasa nyeri, serta menimbulkan rasa tidak nyaman pada mata. Walaupun gejalanya sering mengganggu aktivitas sehari-hari, blefaritis umumnya tidak termasuk penyakit berbahaya dan juga tidak bersifat menular dari satu orang ke orang lain.

Penyebab blefaritis cukup beragam, tetapi kondisi ini paling sering berkaitan dengan adanya gangguan pada kelenjar minyak di sekitar akar bulu mata. Kelenjar tersebut berfungsi menghasilkan minyak untuk menjaga kelembapan mata. Apabila terjadi penyumbatan atau gangguan fungsi, area kelopak mata menjadi mudah meradang. Meskipun tidak mengancam penglihatan secara langsung, blefaritis dapat menimbulkan keluhan seperti mata terasa perih, panas, gatal, hingga tampak bengkak. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis tetap diperlukan agar penanganan dapat disesuaikan berdasarkan penyebab yang mendasarinya.

Berdasarkan lokasi peradangannya, blefaritis dibagi menjadi dua jenis utama, yaitu blefaritis anterior dan blefaritis posterior.

1.Blefaritis Anterior

Blefaritis anterior terjadi pada bagian luar kelopak mata, tepat di area tempat tumbuhnya bulu mata. Kondisi ini sering dipicu oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus. Selain itu, reaksi alergi terhadap produk tertentu seperti riasan mata, larutan lensa kontak, atau obat tetes mata juga dapat memicu peradangan. Faktor lain yang berperan antara lain ketombe dari kulit kepala atau alis yang menempel di kelopak mata, serta infeksi parasit seperti Demodex yang hidup di folikel bulu mata.

2. Blefaritis Posterior 

Blefaritis posterior terjadi pada bagian dalam kelopak mata yang bersentuhan langsung dengan bola mata. Jenis blefaritis ini umumnya berkaitan dengan gangguan pada kelenjar meibom, yaitu kelenjar minyak di dalam kelopak mata yang berperan penting dalam menjaga kualitas lapisan air mata. Penyumbatan atau kelainan fungsi kelenjar ini dapat memicu peradangan berkepanjangan. Selain itu, blefaritis posterior juga sering dikaitkan dengan kondisi kulit tertentu seperti rosacea dan dermatitis seboroik. Penanganan yang tepat sesuai jenis dan penyebab blefaritis sangat penting untuk mengurangi gejala serta mencegah kekambuhan.

Perbedaan Ptosis dan Blefaritis Secara Umum

Ptosis dan blefaritis merupakan dua kondisi mata yang sama-sama menyerang area kelopak, tetapi memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Perbedaan paling mendasar terletak pada mekanisme terjadinya gangguan serta dampaknya terhadap fungsi penglihatan.

Ptosis adalah kondisi saat kelopak mata atas turun dari posisi normal akibat gangguan otot pengangkat kelopak mata atau sistem saraf. Kelopak mata dapat menutupi sebagian hingga seluruh pupil, sehingga berpotensi menghambat penglihatan. Kondisi ini bisa muncul sejak lahir atau berkembang pada usia dewasa dan sering dikai...

Read Entire Article