Jakarta (ANTARA) - "Saya tidak menyangka akan ada bayi panda di dalam," ujar Rina (32), seorang pengunjung asal Jakarta, pada Selasa (6/1), setelah mengetahui bahwa seekor bayi panda raksasa telah lahir di Taman Safari Indonesia di Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat.
Dia adalah satu dari ratusan pengunjung yang datang ke kebun binatang tersebut untuk melihat panda raksasa, tanpa menyadari bahwa Istana Panda di Taman Safari Indonesia secara resmi memperkenalkan bayi panda raksasa pertama di Indonesia, yang lahir pada 27 November 2025, setelah upaya konservasi intensif dan kerja sama internasional selama bertahun-tahun.
"Saya sangat senang. Seekor bayi panda yang lahir di Indonesia membuat kami merasa bangga," ujar Rina.
Kelahiran bayi panda tersebut menandai tonggak sejarah tidak hanya bagi konservasi satwa liar di Indonesia, tetapi juga bagi hubungan yang semakin erat antara China dan Indonesia, dengan bayi panda itu secara luas dianggap sebagai simbol persahabatan, kepercayaan, dan tanggung jawab bersama untuk perlindungan ekologi.
Bayi panda itu, yang secara resmi diperkenalkan pada Selasa, hari ke-40 sejak kelahirannya, diberi nama Satrio Wiratama, sebuah nama yang kaya akan makna budaya dan moral.
Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa nama tersebut mencerminkan nilai-nilai luhur yang mengakar kuat dalam tradisi Indonesia.
"Ini adalah hari ke-40, dan dia telah diberi nama yang sangat indah, Satrio Wiratama, yang berarti ksatria yang gagah berani dan terhormat serta berbudi luhur," ujar sang menteri.
"Kelahiran panda ini tidak hanya menandai kelahiran hewan yang penting, tetapi juga merupakan simbol hubungan diplomatik yang kuat antara Indonesia dan China," tambahnya.
Perjalanan menuju kelahiran panda itu begitu panjang dan penuh tantangan.
Menurut Raja Juli, para ilmuwan melakukan empat percobaan perkawinan alami sebelum beralih ke teknologi reproduksi
berbantuan.
"Ada empat upaya perkawinan alami, lalu kami melakukan inseminasi buatan. Akhirnya, pada 27 November, Rio lahir," katanya dia menyebut nama panggilan bayi panda tersebut.
"Kelahiran bayi panda raksasa ini merupakan simbol persahabatan yang mendalam antara China dan Indonesia. Panda ini membawa aspirasi bersama kita untuk perdamaian, persahabatan, dan kerja sama, serta menjadi contoh keberhasilan dari kerja sama bilateral," ujar Duta Besar China untuk Indonesia Wang Lutong.
Jansen Manansang, pendiri Taman Safari Indonesia, menekankan besarnya signifikansi program panda.
"Panda adalah simbol harmoni, perdamaian, dan persahabatan. Ini adalah simbol keberhasilan konservasi di Indonesia," ujarnya.
Dia mengatakan bahwa kerja sama panda lebih dari sekadar perawatan hewan.
"Hal ini memperdalam kerja sama ekonomi, membangun jaringan perlindungan keanekaragaman hayati, mendorong integrasi lintas budaya, memperkuat penelitian dan teknologi ekologi, serta membangun kepercayaan lintas budaya," kata dia.
Pewarta: Xinhua
Editor: Yuni Arisandy Sinaga
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.




















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)
















English (US) ·