Dino Patti: Serangan AS ke Venezuela berbahaya, langgar hukum

3 days ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Jakarta (ANTARA) - Ketua sekaligus Pendiri Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) Dino Patti Djalal menilai serangan militer AS ke Venezuela serta penangkapan Presiden Maduro dan istrinya sebagai tindakan yang berbahaya, salah, dan melanggar hukum.

"Dari hasil sekilas riset kami, para pakar hukum independen dan kredibel--baik dari Barat maupun Global South--umumnya menyimpulkan bahwa tindakan AS di Venezuela melanggar hukum internasional dan Piagam PBB," kata Dino dalam pernyataan sikap FPCI di Jakarta, Rabu.

Dino, yang juga mantan Duta Besar RI untuk AS, mengatakan bahwa sejumlah anggota Kongres AS, termasuk dari Partai Demokrat dan beberapa dari Partai Republik, bahkan menyatakan tindakan AS di Venezuela ilegal dan tidak dapat dibenarkan.

Sebagian besar anggota Dewan Keamanan PBB juga memiliki pandangan serupa, katanya.

Dia mengatakan tindakan AS di Venezuela itu mirip dengan invasi Uni Soviet terhadap Afghanistan pada 1979, yang menggunakan operasi militer untuk menyingkirkan dan membunuh Presiden Hafizullah Amin, yang saat itu menentang Kremlin, kemudian menggantikannya dengan pemerintahan pro-Soviet.

"Waktu itu, Amerika menentang keras invasi Soviet terhadap Afghanistan," katanya.

"Bahwasannya sebagian warga Venezuela kini bersukacita menyambut perubahan rezim ini tidak mengubah hakikat persoalannya, sebagaimana euforia rakyat Irak pada 2003--yang diakui sendiri oleh Presiden Trump--tidak mengubah kenyataan bahwa invasi AS terhadap Irak tetap adalah kebijakan yang salah," imbuhnya.

Dino mengatakan pernyataan sikapnya itu sejalan dengan seruan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim baru-baru ini yang mengkritik aksi penangkapan terhadap Presiden Maduro.

"Kami di FPCI juga berpendapat bahwa jika memang Presiden Maduro harus diadili, maka itu harus dilakukan di Venezuela, oleh pengadilan Venezuela, dan dengan jaminan proses peradilan yang fair," tegasnya.

Dino mengatakan tujuan utama agresi tersebut sudah jelas untuk menguasai minyak Venezuela demi kepentingan perusahaan minyak Amerika.

Di tengah persaingan sumber daya alam yang semakin ketat, penggunaan kekuatan militer oleh AS untuk mengganti rezim memberikan preseden yang bahaya bagi negara lain untuk melakukan hal serupa, katanya.

Tindakan itu dinilai sebagai langkah menuju tatanan dunia yang semakin kacau. "Tentu saja, AS tidak dapat mengklaim bahwa hanya mereka sendiri yang 'berhak' untuk menggulingkan pemerintahan lain dan menciduk pemimpinnya," katanya.

Sikap eksepsionalisme yang dinilai egois seperti itu tidak akan diterima oleh mayoritas negara di dunia, kata Dino lebih lanjut.

Hal itu akan membawa masyarakat dunia ke dalam dunia yang lebih buruk lagi--di mana kekuatan yang tak terbendung, keserakahan, dan lawlessness--bercampur menjadi satu secara toxic, sehingga menimbulkan keresahan bangsa-bangsa di dunia, katanya.

Dino mengingatkan semua pihak untuk tidak membiarkan dunia terjerumus ke sebuah pembagian wilayah pengaruh, di mana kekuatan adalah penentu segalanya, aturan menjadi tidak penting, dan bukan hierarki lebih dominan dari kesetaraan.

Dino juga mengingatkan bahwa Indonesia dan AS memang telah menjalin Comprehensive Strategic Partnership, yang merupakan level kemitraan tertinggi bagi Indonesia.

Meski demikian, dalam isu Venezuela, sebagaimana dalam isu Palestina, dia mendorong Pemerintah Indonesia untuk berbicara secara kritis, gamblang dan terbuka kepada Pemerintah AS, sebagaimana Indonesia pernah lakukan di masa lalu dalam menangani isu konflik Kamboja, Konvensi Hukum Laut PBB, dan invasi AS terhadap Irak.

"Sebagai sesama mitra, selalu ada ruang untuk kritik yang sehat. Ingatlah bahwa kemitraan ini didasarkan pada kesetaraan, kedaulatan dan sikap saling menghormati, bukan subordinasi. Jika AS tersinggung dikritik Indonesia, maka berarti AS bukan mitra sejati Indonesia. Apalagi AS sendiri sudah sering mengkritik Indonesia," katanya.

Faktanya, aksi AS di Venezuela bertentangan dengan banyak prinsip dasar yang dipegang Indonesia: non-intervensi, tidak menggunakan kekerasan untuk menangani sengketa, menghormati kedaulatan dan keutuhan wilayah, serta kemandirian politik negara lain, demikian katanya.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article