Liputan6.com, Jakarta Skin barrier atau lapisan pelindung kulit adalah garis pertahanan pertama tubuh terhadap polusi, bakteri, dan kehilangan kelembapan. Jika skin barrier rusak, kulit akan mudah mengalami iritasi, dehidrasi, bahkan masalah jerawat. Menurut Journal of the American Academy of Dermatology (JAAD), skin barrier yang sehat berperan penting dalam menjaga kelembapan serta mencegah masuknya zat berbahaya ke dalam kulit.
Produk skincare yang populer dalam menjaga fungsi skin barrier adalah moisturizer dan face oil. Banyak orang masih bingung apakah keduanya sama atau justru berbeda fungsi. Moisturizer dikenal sebagai pelembap utama yang menjaga hidrasi kulit, sementara face oil lebih fokus pada pemberian nutrisi lipid dan mengunci kelembapan agar tidak menguap.
Menurut International Journal of Dermatology, penggunaan pelembap yang tepat dapat mempercepat pemulihan skin barrier hingga dua kali lipat dibandingkan kulit yang tidak menggunakan pelembap. Di sisi lain, face oil semakin populer karena kandungan alami seperti rosehip, argan, dan jojoba yang kaya antioksidan mampu membantu memperkuat lapisan lipid kulit.
Artikel ini akan membahas secara rinci perbedaan moisturizer dan face oil, fungsi masing-masing, manfaat kombinasi keduanya, hingga cara memilih produk sesuai jenis kulit. Dengan landasan ilmiah dari jurnal dan buku dermatologi, kamu bisa memahami mana yang lebih penting untuk kesehatan skin barrier-mu.
Moisturizer: Pondasi Utama Skin Barrier
Moisturizer adalah produk dasar dalam perawatan kulit. Hampir semua ahli dermatologi menekankan pentingnya moisturizer karena produk ini mengandung komposisi humektan, emollient, dan occlusive. Menurut buku Emollients in Clinical Dermatology, humektan seperti glycerin dan hyaluronic acid berfungsi menarik air ke lapisan kulit, sementara occlusive seperti petrolatum mencegah air menguap dari permukaan kulit.
Penggunaan moisturizer sangat penting untuk semua jenis kulit, termasuk kulit berminyak. British Journal of Dermatology menyebutkan bahwa melewatkan pelembap dapat memperparah produksi minyak alami kulit karena tubuh berusaha menyeimbangkan kelembapan yang hilang. Hal ini sering memicu jerawat dan pori-pori tersumbat.
Selain itu, moisturizer tersedia dalam berbagai bentuk. Lotion biasanya cocok untuk kulit normal hingga berminyak, krim lebih tepat untuk kulit kering, sementara gel efektif untuk kulit yang cenderung acne-prone. Dengan formula yang beragam, moisturizer mampu disesuaikan dengan kebutuhan kulit tanpa menimbulkan masalah baru.
Tidak hanya menjaga kelembapan, moisturizer juga membantu memperbaiki skin barrier yang rusak akibat paparan sinar UV, polusi, dan produk skincare yang terlalu keras. Inilah mengapa moisturizer sering disebut sebagai pondasi utama perawatan kulit. Tanpa moisturizer, skin barrier akan sulit mempertahankan fungsinya secara optimal.
Face Oil: Nutrisi Tambahan untuk Kulit
Face oil adalah produk berbahan dasar minyak alami yang biasanya kaya akan vitamin, antioksidan, dan asam lemak esensial. Minyak seperti argan, marula, jojoba, dan rosehip merupakan contoh populer dalam dunia perawatan kulit. Menurut Journal of Cosmetic Dermatology, face oil membantu memperkuat lapisan lipid kulit sekaligus melindungi dari kerusakan oksidatif yang disebabkan radikal bebas.
Face oil memiliki fungsi utama sebagai occlusive atau pengunci kelembapan. Berbeda dengan moisturizer yang mengandung komponen air, face oil tidak bisa menambah hidrasi baru. Allure Dermatology Review menegaskan bahwa face oil bekerja dengan cara menahan air yang sudah ada di dalam kulit agar tidak cepat menguap. Oleh karena itu, penggunaannya lebih efektif jika diaplikasikan setelah moisturizer.
Selain fungsi pengunci, face oil juga menawarkan nutrisi tambahan. Kandungan vitamin E dalam argan oil berfungsi sebagai anti-aging alami, sementara rosehip oil kaya asam lemak omega yang dapat membantu regenerasi kulit. Sementara itu, jojoba oil memiliki struktur mirip sebum alami sehingga cocok digunakan oleh pemilik kulit berminyak.
Namun, face oil bukan untuk semua orang. Beberapa jenis kulit berminyak atau acne-prone mungkin merasa produk ini terlalu berat, meskipun sebenarnya banyak face oil non-komedogenik yang aman. Pemilihan jenis minyak menjadi kunci agar kulit tetap sehat tanpa menimbulkan masalah tambahan.
Kombinasi Face Oil dan Moisturizer: Manfaat Ganda
Pertanyaan umum yang sering muncul adalah: apakah harus memilih salah satunya atau bisa menggunakan keduanya sekaligus? Menurut Dermatologic Surgery Journal, kombinasi moisturizer dan face oil justru memberikan hasil yang optimal, terutama pada kulit yang sangat kering atau mengalami kerusakan barrier.
Moisturizer bekerja untuk menghidrasi kulit, sedangkan face oil berfungsi menjaga kelembapan tersebut agar tidak hilang. Dengan layering yang tepat—moisturizer terlebih dahulu lalu face oil—kulit mendapatkan manfaat ganda berupa hidrasi dan perlindungan lipid tambahan.
Banyak ahli juga menyarankan kombinasi ini di musim dingin atau cuaca kering, di mana udara cenderung menyerap kelembapan kulit lebih cepat. Di kondisi tersebut, moisturizer saja tidak cukup sehingga dibutuhkan lapisan tambahan berupa face oil.
Namun, di iklim tropis yang lembap seperti Indonesia, penggunaan face oil bisa dibatasi hanya di malam hari atau saat kulit terasa sangat kering. Hal ini untuk mencegah kulit terasa berat dan berminyak berlebihan. Dengan memahami kondisi lingkungan dan jenis kulit, kombinasi keduanya bisa disesuaikan dengan kebutuhan.
Kapan Cukup Moisturizer, Kapan Perlu Face Oil?
Tidak semua orang membutuhkan kombinasi moisturizer dan face oil sekaligus. Menurut British Journal of Dermatology, moisturizer saja sudah cukup bagi pemilik kulit normal hingga berminyak, terutama di iklim lembap. Produk ini sudah mengandung humektan dan lipid yang mampu menjaga hidrasi kulit sehari-ha...