Warga mengecek tanggul Sungai Bremi yang jebol sepanjang 35 meter mengakibatkan banjir merendam ratusan rumah di Pekalongan.(Dok. MI)
BANJIR di Kota Pekalongan dipicu jebolnya tanggul Sungai Bremi sepanjang 35 meter merendam 335 rumah warga. Sebanyak 55 orang mengungsi di SD Pabean dan Kantor Kelurahan karena rumah terendam lebih 80 centimeter dan tidak dapat ditempati.
Pemantauan Media Indonesia Rabu (7/1) puluhan petugas gabungan PU, BPBD, TNI dan Kepolisian di Pekalongan berusaha menambal secara darurat tanggul Sungai Bremi yang jebol pada dini hari. Diperkirakan proses penambalan darurat tersebut memakan waktu hingga tiga hari karena harus mendatangkan material di lokasi.
Sebanyak 55 warga masih bertahan di pengungsian dan BPBD Kota Pekalongan mulai menyiapkan dapur umum mengingat ada sekitar 500 keluarga terdampak banjir tersebut. "Berdasarkan data ada 335 rumah warga terendam banjir, kita terus lakukan pemantauan dan siap mengevakuasi," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Pekalongan Budi Suheryanto Rabu (7/1)
Menyangkut jebolnya tanggul Sungai Bremi sebagai pemicu banjir di Pekalongan ini, Budi Suheryanto mengatakan saat ini sedang dilakukan penanganan untuk segera ditambal secara darurat. Hal ini mengingat intensitas hujan yang cukup tinggi hingga dikhawatirkan banjir akan semakin tinggi dan meluas.
Menurut Budi Suheryanto saat ini banjir telah merendam dua kelurahan yakni Kelurahan Pabean dan Padukuhan Kraton, Kecamatan Pekalongan Barat, Kota Pekalongan dengan luas mencapai radius mencapai 500 ke eter dari titik tanggul jebol, bahkan tanggul jebol tersebut juga terjadi di sebelah kanan dan kiri sungai.
Sementara itu Fahruddin, seorang warga Kelurahan Pabean, Kota Pekalongan mengatakan banjir mulai datang merendam pemukiman warga pada Rabu (7/1) dini hari sekitar pukul 02.30 WIB, sehingga warga yang masih tertidur lelap sangat kaget dan panik karena air sangat cepat meninggi dan meluas.
"Cuaca tidak ada hujan saat banjir datang,, kami tidak sempat menyelamatkan barang karena banjir sandar cepat hingga masuk ke dalam rumah dengan ketinggian 70-100 centimeter, kami hanya berfikir menyelamatkan jiwa," ujar Fahruddin.
Hal serupa juga diungkapkan Hanni, warga lainnya bagian ketiga banjir datang warga panik dan berusaha keluar rumah yang sudah terendam banjir di atas lutut orang dewasa. "Kami beramai-ramai mencari tempat aman di tengah kondisi masih gelap, karena rumah sudah terendam sandat tinggi," tambahnya. (H-3)

2 days ago
7





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)












English (US) ·