Ancaman Campak di Pengungsian, Kemenkes Mulai Gencarkan Imunisasi Khusus

2 days ago 3
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa penyakit menular yang paling ditakuti di tengah para pengungsi bencana Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara adalah campak.

Nah penyakit menular yang kita amati dengan sangat ketat itu yang paling kita takut (itu) campak. Karena campak itu penularannya dari satu orang bisa menular ke beberapa (orang lainnya),” kata Budi dalam temu media di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jakarta Timur pada Rabu (7/1/2026).

Guna mencegah penularan campak, pihak Budi telah menggelar program imunisasi khusus bagi anak-anak penyintas bencana yang berisiko tinggi.

“Campak itu kita identifikasi ada di lima kabupaten dan kita sudah lakukan imunisasi program khusus, jalan sejak minggu ini. Jadi, hari Senin kemarin (5/1/2026) itu juga jalan. Jadi program imunisasi anak-anak di daerah-daerah yang sudah kita identifikasi ada campak,” jelas Budi.

Sementara, penyakit-penyakit yang banyak dikeluhkan para pengungsi adalah Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), penyakit kulit, dan diare. Sebagai penanganan, obat-obat telah disediakan sesuai dengan jenis penyakitnya.

“Obat-obatan kita sesuaikan dengan jenis penyakitnya,” ujar Budi.

Kerahkan 4 Ribu Relawan Kesehatan

Budi menambahkan, untuk merespons bencana ini Kemenkes telah menurunkan 4000 relawan kesehatan.

“Nah, untuk melayani seribu titik pengungsian, Kementerian Kesehatan memobilisasi relawan kesehatan. Kenapa? Karena tenaga kesehatannya ada di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara kan terdampak bencana juga. Keluarga juga harus mereka urus, rumah-rumahnya juga hancur sebagian,” jelas Budi.

“Jadi kita sudah mengirim 4.000 relawan kesehatan. Dari segala macam institusi. Institusi pemerintah, TNI, Polri, Kemenkes, Rumah Sakit Kemenkes, beberapa juga Pemda ngirim,” ujarnya.

Relawan juga datang dari perguruan tinggi, organisasi profesi, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), persatuan penyakit dalam, dan organisasi nonprofit.

“4.000 relawan itu sudah kita kirim dan kita putar setiap 2-3 minggu, berotasi. Jadi setiap saat ada 700-900 relawan kesehatan dengan tugasnya memberikan layanan kesehatan terutama di posko-posko pengungsian tadi karena kita kekurangan tenaga kesehatan di sana,” ujar Budi.

Masuk Fase Pemulihan

Di pekan pertama Januari, kondisi rumah sakit dan fasilitas kesehatan usai bencana sudah masuk tahap ketiga. Tahap ini merupakan fase pemulihan kembali ke kondisi normal.

Ini dinilai sebagai fase paling berat karena alat-alat kesehatan harus dipastikan dapat kembali beroperasi.

“Alat rumah sakit mahal-mahal, puskesmas itu komputernya hilang semua, satu puskesmas ada yang punya 10, ada yang punya 15. Rumah sakit itu komputernya hilangnya ya ada yang punya 100, ada 150 tempat tidurnya rusak,” ujar Budi.

Budi berharap, memasuki bulan Maret, semuanya bisa kembali pulih.

“Sekarang kita sudah memasuki tahap ketiga. Saya berdoa mudah-mudahan akhir Maret ini semua bisa pulih kembali.”

Dia juga menjelaskan, dari total 130 rumah sakit yang ada, 87 di antaranya terdampak banjir. Dan yang benar-benar berhenti operasi ada 9 RS.

“Dalam 2 minggu kita bisa selesaikan, semuanya sudah bisa menerima pasien,” ucapnya.

Read Entire Article