IHSG menguat tipis sebesar 2,68 poin di akhir perdagangan 2025.(MI/Susanto)
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menutup perdagangan terakhir tahun 2025 dengan kinerja positif. Pada penutupan sesi Selasa sore (30/12), IHSG berhasil bertahan di zona hijau.
IHSG tercatat menguat tipis sebesar 2,68 poin atau naik 0,03% dan berhenti di level 8.646,94. Sementara itu, indeks saham unggulan LQ45 justru bergerak melemah 5,47 poin atau turun 0,64% ke posisi 846,57.
Analis Pasar Modal Indonesia, Reydi Octa, menjelaskan bahwa penguatan IHSG di penghujung tahun didorong oleh ekspektasi penurunan suku bunga, baik di tingkat global maupun domestik. Kondisi tersebut mendorong meningkatnya minat risiko investor untuk kembali melirik pasar negara berkembang.
“Sentimen pemangkasan suku bunga membuat investor mulai masuk ke emerging market, termasuk Indonesia,” ujar Reydi saat dilansir dari Antara, Selasa (30/12).
Ia menambahkan, performa emiten yang relatif stabil, terutama saham berkapitalisasi besar, turut menjadi penopang pergerakan IHSG. Selain itu, aktivitas window dressing pada akhir tahun juga ikut mendongkrak volume transaksi.
Memasuki tahun 2026, Reydi menilai investor akan mencermati sejumlah faktor utama, antara lain arah kebijakan suku bunga, dinamika geopolitik global, serta prospek pertumbuhan ekonomi dunia dan nasional. Arus dana asing dan kinerja saham-saham big cap juga diprediksi menjadi penentu arah pergerakan IHSG ke depan.
Pada perdagangan hari ini, IHSG sempat dibuka melemah dan bertahan di zona merah hingga penutupan sesi pertama. Namun, indeks berbalik menguat pada sesi kedua dan berhasil menutup perdagangan di wilayah positif.
Mengacu pada Indeks Sektoral IDX-IC, tujuh sektor mencatatkan penguatan. Sektor infrastruktur memimpin dengan kenaikan 2,30%, disusul sektor barang konsumen non primer sebesar 2,12%, serta sektor industri yang naik 0,71%.
Di sisi lain, empat sektor mengalami tekanan, dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 1,81%. Penurunan juga terjadi pada sektor barang baku dan teknologi yang masing-masing melemah 0,84% dan 0,47%.
Untuk saham individual, penguatan terbesar dialami oleh PPRE, RMKO, ADMG, RMKE, dan NTBK. Sementara itu, saham yang mencatat pelemahan paling signifikan antara lain UNIQ, OPMS, LRNA, BACA, dan ADRO.
Aktivitas perdagangan mencatatkan total 2.607.631 transaksi, dengan volume perdagangan mencapai 39,54 miliar saham dan nilai transaksi sebesar Rp20,61 triliun. Sebanyak 346 saham ditutup menguat, 317 saham melemah, dan 146 saham bergerak stagnan.
Di kawasan Asia, pergerakan bursa saham cenderung bervariasi. Indeks Nikkei Jepang turun 170 poin atau 0,34% ke level 50.356,89. Indeks Shanghai terkoreksi tipis 0,15 poin ke 3.969,12. Sementara itu, Indeks Hang Seng Hong Kong naik 219,36 poin atau 0,86% ke posisi 25.854,76, dan Indeks Straits Times Singapura menguat 21,73 poin atau 0,47% ke level 4.655,37.

1 week ago
8





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)







English (US) ·