Pejabat pemerintahan Trump mengungkap kronologi penangkapan Nicolas Maduro dan istrinya di Venezuela. (Fox News)
PEJABAT pemerintahan Donald Trump mengungkapkan detail baru terkait penangkapan mantan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, dan istrinya, Cilia Flores. Dalam pengarahan tertutup kepada para anggota legislatif pada Senin (5/1), terungkap keduanya mengalami cedera kepala saat mencoba melarikan diri dari sergapan pasukan khusus Amerika Serikat.
Menurut sumber yang mengetahui jalannya pengarahan tersebut, Maduro dan Flores dilaporkan panik dan mencoba bersembunyi di balik pintu baja berat di dalam kompleks kepresidenan mereka. Namun, karena bingkai pintu yang rendah, kepala mereka terbentur saat berusaha meloloskan diri. Pasukan Delta Force yang melakukan penangkapan segera memberikan pertolongan pertama setelah berhasil mengeluarkan mereka dari lokasi.
Kondisi Maduro dan Flores di Pengadilan
Pasangan tersebut muncul di pengadilan pada hari Senin dengan luka yang terlihat jelas. Pengacara Flores menyatakan kliennya menderita "cedera signifikan" selama proses penangkapan.
"Selain itu, ada keyakinan bahwa ia mungkin mengalami patah tulang atau memar parah pada tulang rusuknya," ujar pengacara Flores saat meminta evaluasi fisik menyeluruh kepada hakim.
Saksi mata di ruang sidang melaporkan Flores tampak lemas dan mengenakan perban di kepala, sementara Maduro terlihat kesulitan untuk duduk dan berdiri. Meski demikian, pejabat pemerintah AS dalam pengarahan tersebut mendeskripsikan cedera kepala Flores sebagai kategori ringan.
Pertempuran Sengit dengan Pasukan Kuba
Operasi penangkapan ini tidak berjalan tanpa perlawanan. Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengonfirmasi sekitar 200 personel AS dikerahkan di Caracas. Baku tembak hebat meletus antara pasukan AS dengan pasukan reaksi cepat Kuba yang berjaga di dekat kompleks Maduro.
Stephen Miller, Deputi Kepala Staf Kebijakan Trump, menggambarkan situasi tersebut sebagai "pertempuran senjata yang sengit." Pemerintah Kuba melaporkan 32 personel keamanan mereka tewas, namun Miller meyakini angka kematian sebenarnya jauh lebih tinggi. Beberapa personel Delta Force juga dilaporkan terluka akibat peluru dan serpihan peluru, namun kondisi mereka dinyatakan tidak mengancam jiwa.
Masa Depan Politik Venezuela
Pemerintah AS menegaskan bahwa operasi ini bukanlah upaya penggulingan kekuasaan (regime change), karena struktur pemerintahan Venezuela tetap utuh di bawah pimpinan Wakil Presiden Delcy Rodriguez. Menteri Luar Negeri Marco Rubio menilai Rodriguez sebagai sosok yang lebih pragmatis untuk diajak bekerja sama dibandingkan Maduro.
AS berharap dapat bekerja sama dengan Rodriguez, terutama dalam membangun kembali infrastruktur minyak Venezuela. Meskipun belum ada kesepakatan formal, AS tetap menyiagakan armada kapal perang di Karibia sebagai bentuk tekanan diplomatik dan pengawasan terhadap kepemimpinan baru di Caracas. (CNN/Z-2)

1 day ago
8





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)








English (US) ·