Presiden Venezuela Delcy Rodriguez(AFP/JUAN BARRETO)
PEMERINTAH Rusia secara resmi menyatakan dukungan dan solidaritas terhadap langkah pemerintah Venezuela dalam melindungi kedaulatan negara. Pernyataan itu muncul menyusul dinamika politik besar di negara Amerika Selatan tersebut, yakni pelantikan Delcy Rodriguez sebagai presiden sementara.
Melalui pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Selasa (6/1), Moskow menegaskan posisi diplomatiknya di tengah gejolak yang sedang berlangsung.
Rusia memandang langkah yang diambil Rodriguez sebagai upaya krusial untuk menjaga kepentingan nasional Venezuela.
"Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang tak tergoyahkan dengan rakyat dan pemerintah Venezuela," tulis pernyataan resmi Kemlu Rusia.
Selain menyatakan dukungan politik, kementerian tersebut juga mendoakan kesuksesan Rodriguez dalam menavigasi berbagai tantangan berat yang kini dihadapi oleh negaranya.
Komitmen pada Hukum Internasional
Rusia juga menggarisbawahi pentingnya stabilitas di kawasan Amerika Latin. Dalam pernyataannya, Moskow mendorong adanya deeskalasi krisis melalui jalur dialog yang menghormati norma hukum internasional, terutama yang termaktub dalam Piagam PBB.
Bagi Rusia, campur tangan pihak asing dianggap sebagai ancaman bagi stabilitas regional.
"Amerika Latin dan Karibia harus tetap menjadi kawasan damai. Pembangunan berdaulat negara-negara di kawasan tersebut harus dijamin," tegas Kemlu Rusia.
Pihak Rusia juga menambahkan bahwa masa depan Venezuela sepenuhnya berada di tangan rakyatnya sendiri.
Pernyataan tersebut menekankan bahwa, "Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan masa depannya sendiri tanpa campur tangan eksternal yang merusak."
Latar Belakang Krisis
Perubahan kepemimpinan di Venezuela ini terjadi dalam waktu yang sangat singkat. Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan, resmi dilantik menjadi presiden sementara pada Senin (5/1).
Pelantikan Rodriguez merupakan imbas langsung dari eskalasi militer yang terjadi pada akhir pekan sebelumnya.
Pada Sabtu (3/1/2026), Amerika Serikat (AS) melancarkan operasi militer "skala besar" di wilayah Venezuela. Operasi tersebut berakhir dengan penangkapan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, yang memicu kekosongan kekuasaan sebelum akhirnya diisi oleh Rodriguez.
Hingga saat ini, posisi Rusia tetap konsisten untuk berdiri di samping pemerintahan baru di bawah Rodriguez, sembari terus menyuarakan penolakan terhadap intervensi militer asing di wilayah tersebut. (Ant/Z-1)

1 day ago
8





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)








English (US) ·