Presiden Venezuela Delcy Rodriguez(AFP/MARCELO GARCIA / MIRAFLORES PRESS OFFICE)
PEMERINTAH Tiongkok secara resmi menyatakan dukungan terhadap Delcy Rodriguez sebagai pemimpin sementara Venezuela. Pernyataan ini muncul menyusul krisis politik besar setelah Presiden Nicolas Maduro ditangkap dalam intervensi militer Amerika Serikat (AS) di Caracas, ibu kota Venezuela.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, menegaskan bahwa posisi Beijing didasarkan pada penghormatan terhadap kedaulatan dan kemerdekaan negara Amerika Selatan tersebut.
Tiongkok menyatakan menghormati keputusan pemerintah Venezuela yang dianggap telah sesuai dengan konstitusi dan hukum nasional yang berlaku.
"Tiongkok menghormati kedaulatan dan kemerdekaan Venezuela serta menghormati keputusan pemerintah Venezuela sesuai konstitusi dan hukum nasionalnya," ujar Mao Ning saat menanggapi pertanyaan media terkait pengakuan terhadap pemerintahan Rodriguez, sebagaimana dilaporkan harian Global Times.
Kronologi Pelantikan dan Intervensi AS
Delcy Rodriguez, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Presiden sekaligus Menteri Perminyakan, resmi dilantik sebagai presiden sementara pada Senin (5/1).
Pelantikan ini merupakan dampak langsung dari operasi militer "skala besar" yang diluncurkan Amerika Serikat pada Sabtu pekan lalu.
Dalam operasi tersebut, militer AS menangkap Nicolás Maduro beserta istrinya, Cilia Flores. Keduanya segera diterbangkan ke Amerika Serikat untuk menghadapi dakwaan pidana.
Pada Senin (5/1) waktu setempat, Maduro dan Flores menjalani sidang pembacaan dakwaan di bawah Hakim Alvin Hellerstein di New York.
Keduanya menyatakan tidak bersalah atas dakwaan federal terkait perdagangan narkoba dan tuduhan kerja sama dengan organisasi teroris.
Kecaman Keras dari Beijing
Pihak Tiongkok melontarkan kritik tajam terhadap tindakan AS. Mao Ning menyebut Washington telah mengabaikan keprihatinan internasional dan secara sewenang-wenang "menginjak-injak kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan Venezuela yang sah."
"Tiongkok dengan tegas menentang hal ini. Kami mendukung Dewan Keamanan PBB untuk menjalankan tanggung jawab utamanya dalam menjaga perdamaian dan keamanan internasional," tegas Mao.
Lebih lanjut, Beijing menilai bahwa proses peradilan terhadap Maduro merupakan bentuk pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional. Tiongkok menyoroti status Maduro sebagai kepala negara yang seharusnya dilindungi oleh norma internasional.
"Tindakan ini adalah pelanggaran serius terhadap kedaulatan nasional Venezuela dan merusak stabilitas hubungan internasional. Tak ada negara yang boleh menempatkan aturan dalam negerinya di atas hukum internasional," tambah Mao Ning seperti dikutip dari kantor berita Xinhua.
Sebelumnya, Tiongkok juga telah mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menjamin keselamatan serta segera membebaskan Maduro dan Flores.
Hingga saat ini, Beijing terus memantau perkembangan situasi di Caracas dan menyerukan penegakan hukum internasional di tengah tensi yang kian memanas. (Ant/Z-1)

1 day ago
9





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)








English (US) ·