Jakarta (ANTARA) - Badan Pusat Statistik (BPS) mengatakan, kelompok pengeluaran transportasi tetap mengalami inflasi pada Desember 2025 karena sejumlah komoditas masih menyumbangkan andil inflasi, meskipun pemerintah memberikan stimulus diskon tiket perjalanan untuk libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini menyampaikan di Jakarta, Senin, kelompok pengeluaran transportasi mengalami inflasi secara bulanan (month-to-month/mtm) sebesar 0,55 persen mtm dengan andil terhadap inflasi bulanan nasional mencapai 0,07 persen.
Sedangkan secara tahunan (year-on-year/yoy), kelompok pengeluaran tersebut mengalami inflasi sebesar 1,23 persen yoy dengan andil 0,15 persen.
“Komoditas lain di kelompok ini masih menyumbang inflasi, meskipun ada diskon tarif transportasi. Seperti inflasi pada subkelompok pembelian kendaraan, kemudian juga pada subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi, serta komoditas lain seperti subkelompok jasa angkutan penumpang, seperti angkutan antarkota dan travel,” kata Pudji Ismartini.
Ia menuturkan, subkelompok pembelian kendaraan dan subkelompok pengoperasian peralatan transportasi pribadi tercatat mengalami inflasi tahunan masing-masing sebesar 2,03 persen yoy dan 0,86 persen yoy.
Sementara komoditas angkutan antarkota dan bensin mengalami inflasi bulanan masing-masing sebesar 2,77 persen mtm dengan andil inflasi 0,01 persen dan 0,72 persen mtm dengan andil inflasi 0,03 persen.
“Untuk komoditas yang diatur tarif diskonnya, terjadi inflasi untuk tarif angkutan udara sebesar 3,29 persen (mtm), andilnya 0,02 persen. Kemudian untuk tarif kereta api terjadi deflasi 0,02 persen (mtm) dengan andil 0 persen,” ujar Pudji.
“Kemudian komoditas tarif ASDP (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan) terjadi deflasi sebesar 1,61 persen (mtm) dengan andil minus 0,0003 persen. Kemudian komoditas tarif angkutan laut terjadi deflasi 4,46 persen (mtm) dengan andil minus 0,0022 persen,” lanjutnya.
Selain inflasi yang masih terjadi pada sejumlah komoditas, ia menyatakan stimulus diskon tiket perjalanan tersebut masih belum berdampak optimal pada perhitungan inflasi Desember 2025 karena periode penerapannya yang tidak sampai setengah bulan.
Untuk angkutan kereta api, PT KAI memberikan diskon 30 persen untuk 1.509.080 tempat duduk kereta ekonomi komersial yang berlaku pada 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Pada sektor penyeberangan, PT ASDP Indonesia Ferry memberikan diskon 19 persen dengan kuota 227.560 penumpang dan 491.776 kendaraan untuk periode perjalanan 22 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sementara PT Pelni memberikan diskon 16-18 persen dari harga tiket total bagi 405.881 penumpang kapal kelas ekonomi untuk periode perjalanan 17 Desember 2025 hingga 10 Januari 2026.
Sedangkan diskon tarif pesawat domestik kelas ekonomi diberlakukan pada periode pembelian tiket 22 Oktober 2025 hingga 10 Januari 2026, dengan periode penerbangan 22 Desember 2025 sampai 10 Januari 2026.
“Jadi, kalau dilihat periode diskon di bulan Desember, efektifnya adalah 10 hari kalender,” ucap Pudji.
Baca juga: BPS sebut Indonesia alami inflasi 2,92 persen sepanjang 2025
Baca juga: BPS: Emas perhiasan penyumbang andil inflasi terbesar sepanjang 2025
Baca juga: Tiga provinsi terdampak bencana di Sumatera alami inflasi tertinggi
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)







English (US) ·