Harga emas bergerak menguat dan berpeluang mencatatkan kenaikan mingguan. Pelaku pasar menaruh perhatian terhadap rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/1) yang akan menjadi petunjuk arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).
Mengutip Bloomberg, emas batangan diperdagangkan di kisaran USD 4.475 per ons, naik sekitar 3 persen sepanjang pekan ini. Namun, pergerakannya menghadapi tekanan dari penguatan dolar AS serta klaim awal tunjangan pengangguran yang lebih rendah dari perkiraan untuk pekan yang berakhir pada 3 Januari.
Rilis data nonfarm payrolls AS untuk periode Desember yang dijadwalkan pada Jumat (9/1) berpotensi menjadi penentu arah kebijakan Federal Reserve ke depan, termasuk peluang bank sentral AS tersebut kembali memangkas suku bunga setelah melakukan tiga kali penurunan sepanjang 2025.
Prospek suku bunga yang lebih rendah menjadi sentimen positif bagi logam mulia, yang tidak menawarkan imbal hasil bunga. Kebijakan pelonggaran moneter tahun lalu juga tercatat sebagai salah satu faktor utama yang mendorong emas mencetak kinerja tahunan terbaiknya sejak 1979.
Pembelian oleh bank sentral serta arus masuk dana ke exchange-traded funds (ETF) yang dipicu oleh apa yang disebut sebagai “debasement trade” juga menopang reli tajam emas sepanjang tahun lalu, ketika harga logam ini melonjak 65 persen dan mencetak serangkaian rekor baru.
Dalam sepekan terakhir, daya tarik emas turut diperkuat oleh meningkatnya ketegangan geopolitik terkait hubungan dagang China-Jepang serta penangkapan pemimpin Venezuela oleh AS. Penculikan Nicolas Maduro dinilai mendukung kenaikan harga emas.
“Mengingat ketidakpastian jangka pendek dan jangka panjang yang ditimbulkannya terhadap pasar komoditas serta hubungan Washington dengan Beijing dan Moskow,” tulis analis BMI, unit dari Fitch Solutions Inc., dalam sebuah catatan.
Menurut data Bloomberg Economics, prospek data ketenagakerjaan Jumat (9/1) ini dinilai belum sepenuhnya jelas. Angka tersebut diperkirakan menunjukkan peningkatan perekrutan tenaga kerja dengan tingkat pengangguran yang stabil, sinyal yang saling bertentangan dan dinilai kecil kemungkinannya mendorong The Fed untuk segera kembali memangkas suku bunga.
Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index, indikator kekuatan dolar AS, telah menguat 0,5 persen sepanjang pekan ini, sehingga membuat emas menjadi lebih mahal bagi sebagian besar pembeli global.
Pasar juga mencermati proses penunjukan ketua The Fed yang baru. Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan Presiden Donald Trump diperkirakan akan memutuskan pengganti Jerome Powell bulan ini, seiring masa jabatan Powell sebagai kepala bank sentral akan berakhir pada Mei. Bessent menyebut terdapat empat kandidat yang tengah dipertimbangkan.
Dalam jangka pendek, penyeimbangan ulang indeks komoditas juga berpotensi menekan harga. Reli emas dan perak yang memecahkan rekor mendorong dana pasif yang mengikuti indeks untuk menjual sebagian kontrak dalam beberapa hari ke depan guna menyesuaikan dengan bobot baru.
Adapun harga emas turun tipis 0,1 persen menjadi USD 4.473,88 per ons pada pukul 14.33 waktu Singapura. Sementara itu, perak naik 0,1 persen ke level USD 77,10 per ons dan masih berada di jalur kenaikan mingguan, meskipun sempat turun dalam dua sesi sebelumnya. Harga platinum dan paladium juga tercatat menguat.

1 day ago
3





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
















English (US) ·