Beirut (ANTARA) - Iran siap berperang jika dipaksa berkonfrontasi meski tidak berniat untuk memulainya, kata Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi, Kamis (8/1), saat berkunjung ke Lebanon.
Dia menekankan bahwa Teheran tetap terbuka untuk negosiasi berdasarkan rasa saling menghormati.
"Kami siap menghadapi skenario apa pun. Kami tidak menginginkan perang, tetapi kami sepenuhnya siap untuk itu," kata Araghchi kepada wartawan di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri Beirut, menurut Kantor Berita Nasional Lebanon.
Dia menambahkan bahwa negosiasi "tidak dapat berjalan di bawah tekanan atau perintah".
Menanggapi pertanyaan tentang ancaman AS dan Israel, dia mengatakan bahwa upaya-upaya sebelumnya untuk menghadapi Teheran telah gagal dan memperingatkan upaya baru apa pun akan menemui hasil yang sama.
Araghchi tiba di Lebanon memimpin delegasi ekonomi untuk kunjungan dua hari, dia dijadwalkan bertemu dengan pejabat politik dan pemerintahan senior Lebanon. Dia mengatakan tujuan utama kunjungan resmi itu adalah untuk berkonsultasi dengan sekutu Lebanon mengenai perkembangan regional di tengah meningkatnya ketegangan.
Menlu Iran memperingatkan bahwa Timur Tengah menghadapi tantangan serius dan belum pernah terjadi sebelumnya, dengan menunjuk pada "ancaman yang semakin meningkat" dari Israel. Dia mengatakan serangan Israel menargetkan banyak negara di kawasan itu, termasuk Iran dan Lebanon, selama dua tahun terakhir, dan bahwa Israel terus menduduki sebagian wilayah Lebanon sambil berulang kali melanggar perjanjian gencatan senjata.
Dia menekankan peran penting Lebanon di kawasan itu, mengatakan bahwa waktu kunjungannya "sangat sensitif" dan bahwa Iran terus melakukan konsultasi dengan negara-negara regional untuk mengatasi tantangan yang ada.
Mengenai hubungan bilateral, Araghchi menyoroti hubungan politik, ekonomi, dan budaya yang telah lama terjalin antara Iran dan Lebanon, dan mengatakan bahwa Teheran berupaya memperluas kerja sama, khususnya di sektor ekonomi. Dia mengonfirmasi rencana untuk bertemu dengan menteri perekonomian Lebanon untuk membahas berbagai opsi memperkuat hubungan perdagangan dan komersial.
Araghchi juga menegaskan kembali dukungan Iran terhadap kedaulatan, persatuan, dan integritas wilayah Lebanon.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
















English (US) ·