Ilustrasi(Dok Istimewa)
BUPATI Gowa, Sitti Husniah Talenrang, blusukan ke titik-titik rawan banjir di Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Tinjauan langsung ini membongkar penyebab utama genangan, karena drainase tersumbat sampah menumpuk.
Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan upaya identifikasi masalah sekaligus penegasan komitmen penanganan banjir secara kolaboratif dan berkelanjutan.
Di lokasi pertama, Poros Perbatasan Sungguminasa-Makassar di Jalan Sultan Hasanuddin, Bupati menemukan fakta saluran drainase tersumbat oleh timbunan sampah.
“Kita cek langsung ke dalam, ternyata sampahnya sangat banyak dan bertumpuk. Inilah yang menyebabkan pusat Sungguminasa sering tergenang,” ujar Talenrang tegas.
Ia menekankan, kehadiran pemerintah di lapangan bertujuan mengurai masalah secara menyeluruh. “Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama. Kalau kita ingin Gowa aman dari banjir, saluran air harus dijaga bersama,” tegasnya.
Menurutnya, kerja sama antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci utama mencegah terulangnya banjir.
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Gowa, Rusdy Alimuddin, yang mendampingi Bupati, menyebut ada beberapa titik prioritas penanganan, yaitu depan Kantor Satpol PP, depan Kantor Damkar, Batas Kota Sungguminasa-Makassar, dan Manggarupi. “Semua sudah mendapat instruksi langsung dari Ibu Bupati untuk segera ditangani,” jelasnya.
Rusdy menambahkan, timnya telah bekerja menangani genangan, dan pada Senin (12/1) akan diterjunkan tim lebih besar untuk membersihkan serta mengangkut sedimen dari drainase.
Penanganan ini juga akan berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup untuk penyediaan armada pengangkut sampah ke TPA. “Kesadaran masyarakat sangat penting. Jangan buang sampah sembarangan, itu penyebab utama saluran tersumbat,” pesannya.
Di sisi lain, Bupati juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan menyusul prakiraan BMKG tentang potensi curah hujan tinggi pada Dasarian II Januari 2026 (11–20 Januari). Beberapa kecamatan seperti Parangloe, Pattallassang, Somba Opu, dan Tinggimoncong masuk kategori waspada hingga awas.
“Kami minta masyarakat pantau informasi cuaca, hindari daerah rawan longsor dan bantaran sungai saat hujan deras, serta bersihkan saluran drainase di lingkungan masing-masing,” imbau Talenrang.
Ia juga meminta BPBD, camat, lurah, dan kepala desa meningkatkan kesiapsiagaan dan pemantauan wilayah. (H-2)

9 hours ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)















English (US) ·