Ilustrasi(Freepik)
INDONESIA secara resmi memperkuat infrastruktur ekonomi digitalnya melalui peluncuran International Crypto Exchange (ICEx) pada 9 Januari 2026. ICEx hadir sebagai Self Regulatory Organization (SRO) yang telah mendapatkan izin operasional dan pengawasan langsung dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Langkah strategis ini menandai babak baru dalam tata kelola aset digital nasional yang lebih matang dan terintegrasi. Untuk mendukung ekosistem ini, ICEx menerima pendanaan kolektif sebesar Rp1 Triliun (US$70 juta) dari berbagai pemegang saham strategis.
Investor yang terlibat mencakup entitas besar seperti PT Aethera Inovasi Digital, PT Finora Integrasi Nusantara, hingga bursa kripto terkemuka seperti Tokocrypto, Reku, Upbit Indonesia, Nanovest, dan lainnya.
Memperkuat Integritas Pasar
ICEx didirikan untuk menghadirkan infrastruktur pasar yang inklusif, transparan, dan selaras dengan standar institusional global.
Dalam menjalankan fungsinya, ICEx akan bertanggung jawab atas pelaporan perdagangan, pemantauan integritas pasar, pengawasan anggota, serta koordinasi berkelanjutan dengan regulator.
Model pengawasan ini mengadopsi praktik terbaik internasional yang telah diterapkan oleh lembaga seperti FINRA di Amerika Serikat (AS) dan JVCEA di Jepang, namun tetap disesuaikan dengan konteks pasar lokal Indonesia.
Kehadirannya diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus membuka peluang inovasi produk baru, termasuk aset ter-tokenisasi (Real World Assets/RWA).
Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan OJK, Hasan Fawzi, menegaskan bahwa kehadiran bursa baru ini bertujuan untuk menciptakan kompetisi yang sehat.
"Kehadiran lebih dari satu bursa dalam ekosistem aset keuangan dan aset kripto merupakan bagian dari agenda pengembangan dan penguatan ekosistem nasional yang lebih sehat dan berkelanjutan," ujar Hasan Fawzi.
Menuju Pusat Kripto Regional
Kepemimpinan ICEx dipercayakan kepada Pang Xue Kai, yang merupakan sosok kawakan di industri aset digital. Ia menekankan bahwa ICEx akan menjadi fondasi bagi Indonesia untuk bersaing di kancah global.
"Indonesia memasuki era baru di mana pasar aset digital harus beroperasi dengan integritas institusional dan sesuai dengan standar global. ICEx dibangun sebagai infrastruktur yang terbuka, tepercaya, dan mendorong inovasi, yang memberikan ruang bagi bursa untuk bersaing secara sehat, investor untuk berpartisipasi dengan percaya diri, serta pengembangan produk kripto secara bertanggung jawab," jelas Pang Xue Kai.
Sejalan dengan itu, Ketua Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI), Robby, menilai ICEx memiliki peran krusial dalam mempercepat literasi teknologi blockchain di tanah air.
ICEx diharapkan menjadi jembatan strategis yang menghubungkan regulator, pelaku industri, dan masyarakat luas.
Dengan pemberian izin usaha kepada PT Fortune Integritas Mandiri melalui keputusan nomor Cap No. 2 D07 tahun 2026, ICEx kini resmi beroperasi untuk memposisikan Indonesia sebagai pemimpin regional dalam industri aset kripto yang aman dan kredibel di Asia Tenggara. (Z-1)

9 hours ago
1





















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)















English (US) ·