Rusia nilai penyitaan kapal tanker oleh AS langgar hukum maritim

1 day ago 5
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Istanbul (ANTARA) - Rusia pada Kamis menggambarkan penyitaan kapal tanker minyak berbendera Rusia, Marinera, yang sebelumnya dikenal sebagai M/V Bella 1, di Samudra Atlantik Utara oleh AS sebagai "pelanggaran berat terhadap prinsip dan norma dasar hukum maritim internasional."

Pernyataan dari Kementerian Luar Negeri Rusia menggambarkan penyitaan tersebut sebagai "tindakan militer ilegal" yang dilakukan oleh AS, dengan mengatakan bahwa Marinera menerima izin sementara untuk mengibarkan bendera negara tersebut pada 24 Desember dan "secara tidak bersalah melewati perairan internasional," menuju pelabuhan Rusia.

Pernyataan tersebut mengatakan bahwa otoritas AS telah berulang kali diberitahu tentang "identitas Rusia dan status sipil serta damainya" kapal tersebut.

"Mereka tidak ragu tentang hal ini, dan tidak ada dasar untuk berspekulasi bahwa kapal tanker tersebut berlayar 'tanpa bendera' atau 'dengan bendera palsu'," lanjut pernyataan itu.

Pernyataan itu mengatakan bahwa hukum maritim internasional "dengan jelas mengatur yurisdiksi eksklusif negara bendera sehubungan dengan kapal di laut lepas," dan bahwa Rusia tidak hanya menolak untuk memberikan persetujuan tetapi juga secara resmi memprotes pengejaran oleh AS.

"Dalam keadaan seperti ini, penggeledahan dan penyitaan kapal damai oleh personel militer AS di laut lepas, serta penangkapan awak kapalnya, tidak dapat diartikan selain sebagai pelanggaran berat terhadap prinsip dan norma dasar hukum maritim internasional, serta kebebasan navigasi," menurut pernyataan tersebut.

Pernyataan itu selanjutnya mengatakan bahwa Rusia menganggap rujukan Washington terhadap "undang-undang sanksi" mereka sendiri untuk penyitaan tersebut sebagai "tidak berdasar," seraya menambahkan bahwa Moskow menganggap ancaman AS untuk mengambil tindakan hukum terhadap awak kapal "dengan dalih yang tidak masuk akal" sebagai "sama sekali tidak dapat diterima."

"Saran dari pejabat AS tertentu bahwa penyitaan Marinera adalah bagian dari strategi yang lebih luas untuk membangun kendali tak terbatas Washington atas sumber daya alam Venezuela sangat sinis. Kami dengan tegas menolak pretensi neokolonialisme semacam itu," menurut pernyataan itu.

Pernyataan itu juga mengungkapkan penyesalan dan kekhawatiran atas "kesediaan Washington untuk menimbulkan krisis internasional yang akut, termasuk dalam hubungan Rusia-Amerika," dan lebih lanjut menyatakan bahwa penyitaan Marinera "hanya akan menyebabkan peningkatan lebih lanjut ketegangan militer dan politik di kawasan Euro-Atlanatik."

"Kami menyerukan kepada Washington untuk kembali mematuhi norma dan prinsip dasar navigasi maritim internasional dan segera menghentikan tindakan ilegalnya terhadap Marinera, serta kapal-kapal lain yang terlibat dalam kegiatan sah di laut lepas," tambahnya.

Pada Rabu (7/1), pasukan AS mengumumkan penyitaan Marinera di Samudra Atlantik Utara karena "pelanggaran sanksi AS."

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan bahwa kapal tanker tersebut dianggap sebagai bagian dari "armada bayangan" Venezuela dan sedang mengangkut minyak yang dikenai sanksi AS.

Dia mengatakan kepada wartawan bahwa kapal tersebut dianggap "tanpa kewarganegaraan" setelah berlayar di bawah "bendera palsu" dan dikenai perintah penyitaan yudisial, yang menurutnya merupakan dasar hukum untuk tindakan AS.

"Itu berarti para kru sekarang dapat dituntut atas pelanggaran hukum federal yang berlaku, dan mereka akan dibawa ke Amerika Serikat untuk penuntutan tersebut jika perlu," tambah Leavitt.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Tindakan AS di Venezuela ancaman bagi negara kecil, termasuk Singapura

Baca juga: CORE: Situasi AS-Venezuela dorong mitigasi risiko investasi energi

Penerjemah: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article