Liputan6.com, Jakarta - Tapak dara bukan hanya indah dipandang, tetapi juga menyimpan khasiat luar biasa untuk kesehatan. Tanaman bernama latin Catharanthus roseus ini mengandung berbagai senyawa bioaktif seperti alkaloid, flavonoid, fenol, saponin, hingga triterpenoid yang berperan penting dalam pengobatan alami. Di beberapa negara tropis, tapak dara telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk membantu meredakan berbagai penyakit.
Tanaman yang berasal dari Madagaskar ini mudah dikenali lewat bunga berwarna merah muda, putih, atau ungu. Selain dijadikan tanaman hias, seluruh bagiannya—mulai dari daun, batang, bunga, hingga akarnya—memiliki manfaat terapeutik. Sejumlah penelitian bahkan membuktikan bahwa tapak dara dapat membantu mempercepat penyembuhan luka, menurunkan gula darah, hingga melawan sel kanker.
1. Membantu Mengobati Kanker
Tapak dara dikenal luas karena kandungan dua alkaloid aktif, yaitu vinblastine dan vincristine. Kedua senyawa ini terbukti mampu menghambat pertumbuhan dan penyebaran sel kanker di dalam tubuh. Tak heran jika keduanya menjadi bahan dasar dalam pembuatan obat kemoterapi.
Penelitian menunjukkan bahwa tapak dara efektif dalam membantu pengobatan berbagai jenis kanker seperti leukemia, kanker paru, payudara, dan limfoma. Meski demikian, penggunaannya sebagai obat alami tetap harus melalui pengawasan dokter karena potensi efek sampingnya cukup kuat.
2. Menurunkan Kadar Gula Darah
Daun tapak dara mengandung alkaloid seperti vindoline dan vindolicine yang mampu membantu menurunkan kadar gula darah. Senyawa ini bekerja dengan meningkatkan penyerapan glukosa oleh sel, sehingga kadar gula dalam darah dapat lebih stabil.
Efek ini menjadikan tapak dara berpotensi digunakan untuk membantu pengobatan diabetes tipe 2. Meskipun hasil penelitian masih terbatas pada hewan uji, temuan ini membuka peluang besar untuk pengembangan terapi alami bagi penderita diabetes.
3. Menurunkan Kolesterol dan Melindungi Jantung
Kandungan flavonoid dan vinpocetine dalam tapak dara membantu menurunkan kadar kolesterol total dan kolesterol jahat (LDL). Kedua senyawa ini juga dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL), yang berperan melindungi jantung dari penumpukan plak.
Dengan mengontrol kadar kolesterol, risiko penyakit jantung, stroke, dan tekanan darah tinggi dapat ditekan. Konsumsi ekstrak tapak dara dalam dosis aman bisa menjadi salah satu cara alami menjaga kesehatan jantung.
4. Mencegah Kerusakan Sel akibat Radikal Bebas
Tapak dara mengandung flavonoid dan fenol yang bersifat antioksidan kuat. Senyawa ini berperan penting dalam menangkal radikal bebas yang dapat menyebabkan penuaan dini dan berbagai penyakit kronis.
Antioksidan dalam tapak dara membantu melindungi sel dari stres oksidatif yang menjadi penyebab berbagai gangguan metabolik, termasuk penyakit neurodegeneratif seperti Alzheimer dan Parkinson. Dengan rutin mengonsumsi tanaman herbal ini, tubuh mendapat perlindungan alami terhadap kerusakan sel.
5. Mempercepat Penyembuhan Luka
Ekstrak daun tapak dara terbukti mempercepat penyembuhan luka melalui peningkatan produksi kolagen dan pembentukan jaringan baru. Kandungan flavonoid dan triterpenoid di dalamnya memiliki sifat astringen dan antimikroba yang mempercepat proses epitelisasi kulit.
Penelitian menunjukkan bahwa luka pada hewan uji yang diberi ekstrak daun tapak dara dapat menutup hingga 89% dalam waktu tujuh hari. Efek ini membuat tapak dara berpotensi digunakan sebagai bahan dasar salep atau obat topikal alami.
6. Mengatasi Luka Bakar
Selain luka biasa, tapak dara juga membantu mempercepat penyembuhan luka bakar. Ekstraknya dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan hidrasi kulit pada area luka, sehingga mempercepat proses regenerasi jaringan.
Senyawa tanin dalam tapak dara juga berfungsi sebagai antibakteri alami yang mencegah infeksi pada luka bakar. Dengan sifatnya yang astrigen, tanaman ini membantu mempersempit pori dan menghentikan pendarahan ringan.

1 day ago
1
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467425/original/044555900_1767882053-20260108_132852.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467349/original/079815100_1767873932-WhatsApp_Image_2026-01-08_at_10.37.50.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5437668/original/008965500_1765260399-hands-holding-knife-fork-alarm-clock-plate-blue-background__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5405618/original/035755500_1762490751-IMG-20251107-WA0007.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467595/original/073114300_1767924014-internet.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4659931/original/091620700_1700718204-F_YRTdTaIAAPvSp.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4592288/original/043510200_1695963965-F6v8etCbkAEXI1z.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5465354/original/015062500_1767766047-pressfoto.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5467903/original/032337400_1767934102-serat.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324704/original/036799900_1755858781-woman-asleep-bed-while-her-alarm-shows-early-time-home-bedroom_1150-8383.jpg)
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5468331/original/089360100_1767947364-Konten_dewasa_AI.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5468640/original/049006500_1767964837-pus2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5134507/original/039780900_1739617855-deep_talk.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5166850/original/034756100_1742287804-full-shot-woman-dealing-with-imposter-syndrome_23-2149692356.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4751731/original/068414100_1708738616-portrait-little-girl-with-teddy-bear-blurred-background-interior-room.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5324961/original/042784800_1755916939-SnapInsta.to_535180391_18525335989037198_3756748230369549792_n.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4507585/original/039794900_1689780737-WhatsApp_Image_2023-07-19_at_22.28.14.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5467946/original/093807900_1767937055-Screenshot_2026-01-09_123657.png)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/4805145/original/039599300_1713426303-20240418-Fogging-HER_2.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3542633/original/001619600_1629183713-20210817-Aksi_Delapan_Pesawat_Tempur_TNI_AU_Peringati_HUT_ke-76_RI-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5427425/original/007717300_1764386840-ENHYPEN.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5429429/original/044154400_1764586227-Girona_vs_Real_Madrid-3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5400503/original/040123300_1762135066-Zeki_Celik_Davide_Bartesaghi.jpg)
















English (US) ·