Mengenal Spasmodic Dysphonia, Kondisi Pita Suara yang Sempat Bikin Nadin Amizah Fals Saat Nyanyi

1 day ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Kabar kurang menyenangkan datang dari penyanyi, Nadin Amizah. Melalui akun Instagram pribadinya @cakecaine, ia membagikan cerita terkait kondisi kesehatannya.

Cerita yang ia unggah pada Kamis, 8 Januari 2026, menampilkan surat medis yang menyatakan bahwa dirinya didiagnosis spasmodic dysphonia. Kondisi ini menjadi jawaban dari kemampuannya dalam bernyanyi yang mengalami kendala. Salah satu gejala yang paling sering ia rasakan adalah nada yang mudah selip atau terdengar fals. Bahkan pada lagu-lagu yang sebelumnya mudah ia bawakan.

Menurut National Institute on Deafness and Other Communication Disorders (NIDCD), spasmodic dysphonia adalah gangguan yang terjadi di area laring. Kondisi ini disebabkan oleh otot-otot yang ada di pita suara mengalami gerakan tiba-tiba hingga menimbulkan getaran.

Gerakan tidak terkontrol atau spasme tidak hanya terjadi pada laring, kondisi ini juga dapat terjadi pada mata, wajah, rahang, bibir, lidah, leher, lengan, bahkan kaki.

Pada seseorang yang didiagnosis spasmodic dysphonia, gejala yang kerap terjadi adalah suara terputus-putus, tegang, serak, atau berdesis. Dalam kasus keparahan yang tinggi, kram dapat terjadi setiap kata saat seseorang berbicara.

Spasmodic dysphonia termasuk ke dalam gangguan yang kronis, langka, dan berlanjut sepanjang hidup seseorang. Masalah pita suara ini juga dapat berkembang secara tiba-tiba, baik dengan gejala ringan maupun gejala yang parah.

Meski dapat menyerang siapa saja, gangguan ini paling sering ditemukan pada orang berusia antara 30 dan 50 tahun. Dibandingkan laki-laki, perempuan cenderung lebih sering mengalami spasmodic dysphonia.

Jenis-Jenis Spasmodic Dysphonia

Spasmodic Dysphonia Adduktor

Jenis ini adalah yang paling umum terjadi. Pada gangguan ini, getaran yang terjadi mampu menyebabkan pita suara saling membentur dan menjadi kaku. Oleh karena itu, penderitanya seringkali kesulitan berbicara. 

Suara pada penderita akan terdengar normal saat aktivitas seperti tertawa, menangis, atau berbisik. Sementara itu, kondisi akan menjadi lebih parah jika penderitanya mengalami stres berat.

Spasmodic Dysphonia Abduktor

Jenis ini merupakan jenis yang jarang terjadi. Pada gangguan ini kram terjadi hingga menyebabkan pita suara tetap terbuka sehingga udara mudah keluar masuk ketika seseorang berbicara. Akibatnya, suara sering terdengar lemah dan serak.

Spasmodic Dysphonia Campuran

Jenis ini merupakan kombinasi dari kedua jenis sebelumnya, namun sangat jarang terjadi. Hal ini karena otot-otot pita suara terbuka dan tertutup sehingga tidak berfungsi dengan baik.

Penyebab Spasmodic Dysphonia

Spasmodic dysphonia kemungkinan disebabkan oleh fungsi abnormal di area otak yang disebut ganglia basal. Area ini membentuk mengoordinasikan gerakan otot di seluruh tubuh.

Sementara itu, pada studi terbaru ditemukan bahwa spasmodic dysphonia juga berkaitan dengan kelainan otak di area otak yang lain. Salah satunya adalah korteks serebral yang mengatur otot secara keseluruhan.

Dalam beberapa kasus, spasmodic dysphonia dapat diturunkan dalam keluarga. Meskipun gen spesifik untuk kondisi belum dapat diidentifikasi, mutasi pada gen yang mampu mengembangkan bentuk distonia telah dikaitkan dengan spasmodic dysphonia.

Diagnosis spasmodic dysphonia seringkali sulit dilakukan karena gejalanya mirip dengan gangguan suara lainnya. Biasanya, pemeriksaan dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:

  • Dokter spesialis THT akan memasukkan tabung kecil melalui hidung ke bagian belakang tenggorokan. Prosedur ini dilakukan untuk mengevaluasi anatomi dan pergerakan pita suara selama berbicara.
  • Kemudian, seorang ahli patologi bicara dan bahasa akan menilai gejala dari kondisi suaranya.
  • Selanjutnya, pemeriksaan akan dilakukan ahli neurologi dengan mengevaluasi tanda-tanda spasme dan gangguan gerakan lainnya di otak.

Pengobatan yang Tersedia untuk Spasmodic Dysphonia

Sejauh ini obat dalam bentuk konsumsi belum tersedia untuk spasmodic dysphonia. Namun, ada beberapa pengobatan yang mampu mengurangi gejalanya.

Pengobatan yang paling umum dilakukan adalah menyuntikkan toksin botulinum atau botox dengan jumlah kecil ke otot laring yang terdampak. 

Botox tersebut dapat melemahkan otot dengan memblokir impuls saraf ke otot. Suntikan ini dapat memperbaiki suara selama tiga hingga empat bulan, setelah itu suara kembali membaik.

Meski begitu, suntikan ini memiliki efek samping yang membuat suara terdengar lemah, serak, dan susah menelan. Biasanya, suara kembali membaik setelah beberapa minggu. Suntikan ini lebih efektif untuk jenis spasmodic dysphonia adduktor dan abduktor sehingga tidak membantu secara general.

Selain itu, terapi suara juga bisa menjadi opsi penyembuhan pada gejala yang ringan. Terapi dan suntikan dapat dikombinasikan untuk mengurangi ketegangan suara secara optimal. Beberapa orang juga memanfaatkan bantuan psikologis untuk menyeimbangkan kondisi mental mereka.

Pada tingkat keparahan tertentu. seseorang bisa menggunakan perangkat bantu untuk berbicara. Bahkan, beberapa tindakan konvensional seperti pembedahan juga bisa mengobati spasmodic dysphonia secara keseluruhan.

Read Entire Article