Anggota Komisi IX DPR Minta Pemerintah Respons Temuan Super Flu Secara Terukur dan Berbasis Sistem

3 days ago 4
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online

Liputan6.com, Jakarta - Super flu atau influenza A (H3N2) subclade K adalah varian influenza yang saat ini telah menyebar di berbagai negara. Di Indonesia, sudah ada setidaknya 62 kasus super flu hingga Kamis, 1 Januari 2026.

Terkait temuan ini, Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto meminta pemerintah melakukan respons terukur dan berbasis sistem.

“Tentu tanpa memicu kepanikan di tengah masyarakat,” kata Edy dalam keterangan tertulis yang diterima Health Liputan6.com, Selasa (6/1/2026).

Menurut Edy, peningkatan kasus dipengaruhi oleh ketidaksesuaian vaksin flu musim ini dengan strain dominan, serta rendahnya kekebalan populasi terhadap subclade tersebut. Super flu ini disebut memiliki penularan yang berlangsung lebih cepat, terutama pada anak-anak, remaja, dan lansia.

Edy menambahkan, istilah super flu telah terpantau dalam sistem surveilans kesehatan nasional. Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu khawatir berlebihan. Namun, pemerintah juga tidak boleh lengah dalam mengantisipasi dampaknya.

“Yang penting sekarang adalah memastikan kesiapsiagaan sistem kesehatan berjalan baik. Jangan hanya menyampaikan bahwa situasi aman, tetapi juga memastikan layanan kesehatan primer benar-benar siap di lapangan,” kata Edy.

Dia menekankan bahwa isu super flu tidak bisa dilihat semata sebagai persoalan medis, melainkan juga berkaitan erat dengan kesiapan anggaran kesehatan. Dia menilai anggaran harus lebih diarahkan pada pencegahan, deteksi dini, dan penguatan surveilans penyakit, bukan hanya respons ketika kasus sudah meningkat.

“Penguatan puskesmas, laboratorium, dan sistem pelaporan penyakit menular harus menjadi prioritas belanja kesehatan. Ini penting untuk melindungi kelompok rentan seperti balita, lansia, dan masyarakat dengan penyakit penyerta,” ujarnya.

Perbarui Protokol Kesehatan

Selain itu, Edy meminta Kementerian Kesehatan segera mengeluarkan dan memperbarui protokol kesehatan yang jelas dan mudah dipahami publik dalam menghadapi peningkatan kasus influenza.

Protokol tersebut dinilai penting agar masyarakat memiliki panduan yang seragam.

“Protokol kesehatan harus disampaikan secara terbuka dan konsisten. Termasuk soal penggunaan masker pada kondisi tertentu, kebersihan tangan, serta panduan bagi sekolah dan fasilitas umum,” katanya.

Di sisi lain, Edy mengingatkan agar komunikasi pemerintah tidak bersifat sensasional. Pengalaman pandemi COVID-19, menurut Edy, menunjukkan bahwa informasi yang tidak utuh justru dapat memicu kepanikan dan disinformasi.

“Kita perlu narasi yang berbasis data dan sains. Edukasi publik jauh lebih penting daripada istilah-istilah yang menimbulkan kekhawatiran,” tuturnya.

Di sisi lain, Edy mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan disiplin menjaga kesehatan. Ia meminta publik mengikuti anjuran resmi pemerintah, tidak mudah terpengaruh informasi menyesatkan di media sosial, serta tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).

Kasus Super Flu di Indonesia

Sebelumnya, Juru Bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI), Widyawati mengonfirmasi 62 kasus influenza subclade K di Indonesia per 1 Januari 2026.

“Hingga akhir Desember ini (2025) tercatat total ada 62 kasus (subclade K) di 8 provinsi. Terbanyak ada di Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat,” kata Widyawati dalam keterangan video, Kamis (1/1/2026).

Secara rinci, temuan kasus influenza subclade K yakni:

  • Jawa Timur 23 kasus
  • Kalimantan Selatan 18 kasus
  • Jawa Barat 10 kasus
  • Sumatera Selatan 5 kasus
  • Sumatera Utara 3 kasus
  • Jawa Tengah 1 kasus
  • Sulawesi Utara 1 kasus
  • DI Yogyakarta 1 kasus.

Angka ini ditemukan setelah dilakukan Whole Genome Sequencing (WGS/sekuensing genom lengkap) yang selesai pada 25 Desember lalu. Diketahui bahwa subclade K terdeteksi sejak Agustus 2025 dari 88 laporan sentinel Influenza-Like Illness dan Severe Acute Respiratory Infection (ILI-SARI) di seluruh Indonesia. Yaitu di Puskesmas, Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK), dan rumah sakit.

Mayoritas Pasien adalah Perempuan

Pemeriksaan dilakukan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dan di Laboratorium Biologi Kesehatan (Lab Biokes).

Dari 62 kasus yang terdeteksi, mayoritas pasien adalah perempuan yaitu sebanyak 64,5 persen atau 40 kasus. Sementara, berdasarkan kelompok usia, rinciannya sebagai berikut:

  • Usia 1-10 tahun (35,5 persen)
  • Usia 21-30 tahun (21,0 persen)
  • Usia 11-20 tahun (19,4 persen)
  • Di atas 60 tahun (8,1 persen).

Sebelumnya, hasil pemeriksaan 843 spesimen positif influenza dilakukan genome sequencing pada 348 sampel dengan temuan:

  • Sebanyak 152 (44 persen) tipe A/H1
  • Sebanyak 172 (49 persen) tipe A/H3 dengan 62 atau 36 persen di antaranya adalah subclade K
  • Sisanya 24 (7 persen) adalah tipe B/Victoria.

Dengan demikian, flu di Indonesia didominasi varian influenza A (H3). Meski begitu, tren kasus influenza di Indonesia menurun dalam dua bulan terakhir.

“Semua varian ini bersirkulasi global dalam sistem surveilans WHO. Pemerintah terus melakukan surveilans dan pelaporan serta menyiapkan kebijakan dan upaya sesuai dengan situasi terkini,” kata Widyawati.

Cegah Penularan Super Flu

Melihat situasi ini, Widyawati mengimbau masyarakat untuk memperkuat imunitas tubuh dengan perilaku hidup bersih dan sehat.

“Cuci tangan, istirahat cukup, dan juga makan bergizi. Kemudian lakukan vaksinasi influenza tahunan terutama pada kelompok rentan yaitu lansia, ibu hamil, dan komorbid.”

Dia menegaskan, vaksin influenza tetap efektif mencegah sakit berat, rawat inap dan kematian.

“Tetap di rumah bila sakit, banyaklah istirahat, konsumsi obat antivirus untuk redakan gejala, terapkan etika batuk dan kenakan masker. Segeralah ke fasyankes (fasilitas layanan kesehatan) bila gejala memburuk lebih dari tiga hari, demam tinggi menetap, sesak napas, dan sebagainya,” saran Widyawati.

Read Entire Article